Lembaga Riset Independen

Independensi Riset untuk Reformasi Kebijakan

The Maudik Institute hadir sebagai pusat keunggulan ilmiah yang menghubungkan analisis hukum normatif, riset empiris, dan evaluasi kebijakan publik untuk menguatkan tata kelola di Indonesia.

100%

Independensi Ilmiah

3

Fokus Spesialisasi

20+

Tahun Kepakaran

Prinsip Utama

Integritas akademis dan independensi analisis tanpa kompromi politik maupun komersial.

Setiap kajian hukum, perizinan, dan perpajakan yang dipublikasikan berlandaskan pada metodologi ilmiah teruji, bukti empiris, serta studi komparatif internasional.

Kepemimpinan Kepakaran

Dr. Maulana Adhi Surya, S.E., S.H., M.A., CPLA, CITA, CMLCA

Sebagai Pendiri dan Direktur Eksekutif TMI, Dr. Maulana Adhi Surya membawa pengalaman lintas disiplin selama lebih dari dua dekade dalam ranah hukum perpajakan, tata kelola pertambangan, dan reformasi perizinan.

Latar belakang akademik multidisiplin beliau melandasi komitmen TMI dalam menyajikan riset terapan yang objektif, mendalam, serta relevan bagi pembentukan kebijakan publik di Indonesia.

Pilar Lembaga

Nilai-Nilai Dasar TMI

Prinsip kelembagaan yang mengarahkan setiap aktivitas penelitian, pengkajian regulasi, dan kemitraan institusional kami.

01 — 02
03 — 04
05 — 06

Independensi & Integritas

Keunggulan & Inovasi

Kolaborasi & Dampak

Menjaga kebebasan akademik dan objektivitas analisis dari pengaruh eksternal demi kepastian hukum yang adil.

Menerapkan metodologi interdisipliner terdepan untuk merumuskan pemikiran hukum dan pemodelan regulasi yang adaptif.

Membangun dialog konstruktif antara akademisi, regulator, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Pendekatan Metodologis

Keunggulan Komparatif Riset TMI

01
02
03

Riset Empiris Teruji

Perspektif Lintas Disiplin

Rekomendasi Aplikatif

Analisis regulasi berdasarkan data lapangan yang sahih, studi komparatif internasional, dan pengujian kerangka hukum terapan.

Integrasi mendalam antara ilmu hukum normatif, analisis ekonomi publik, kebijakan fiskal, dan tata kelola sumber daya alam.

Menerjemahkan kajian akademis kompleks menjadi formulasi naskah akademik dan saran kebijakan yang rasional.